Home Entrepreneurship Entrepreneur

Entrepreneur

Young Millionaires

Shari Misher Stenzler, 36, & Andy Stenzler, 38

Kidville, NY
New York City
Projected 2006 Sales: More than $10 million
Description: Upscale educational and play facility for children age 5 and under and their families

Child™s Play: What started as just a dream for husband-and-wife team Andy Stenzler and Shari Misher Stenzler has since become a dream come true for Manhattan parents of children age 5 and under. Kidville, NY, their $3 million, 20,000-square-foot, four-story-high family facility, opened in January 2005 and is home to developmental classes such as Run, Wiggle, Paint & Giggle,” music classes such as Little Maestros and enrichment classes such as Baby Sign Language for parents and caregivers. Kidville also features an indoor playground, a beauty salon, a retail boutique and a 50-seat cafe, making it the complete socialization center for kids and parents that the Stenzlers so gallantly envisioned during startup.

 
Read more...
 

Mbok Berek

Panggil saja Ny. Umi atau Ny. Umi mbok Berek. Pengusaha restoran khas ayam goreng yang sangat terkenal di kota kelahirannya Yogyakarta. Pengusaha wanita bernama lengkap Ny. Ratna Juwita Umiyatsih Rejeki (49) ini merupakan generasi ke-empat Mbok Berek, sebuah nama yang sudah menjadi ikon restoran ayam goreng dengan ikon logo khas berwarna dasar hitam, bertuliskan Mbok Berek Ny. Umi berwarna kuning, serta gambar ayam goreng berwarna merah yang kini telah terpampang hingga Manila, Kuala Lumpur dan singapura, dan dalam waktu dekat akan muncul di Manhattan, AS. Memperkenalkan ayam goreng Mbok Berek keseluruh dunia adalah cita-cita dan obsesi dari wanita yang kini mempunyai 8 restoran besar dan 120 restoran franchise yang tersebar di penjuru tanah air.

Tarlen Handayani

Tarlen Handayani Mojang kelahiran Bandung 30 Maret 1977, ini adalah seorang alumnus Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung. Berdasarkan pengakuannya, Tarlen kecil sangat suka membaca. Bakat entrepreneur mudanya sudah mulai muncul pada usia dini. Pada saat masih duduk di kelas III hingga kelas V, Tarlen kerap bersepeda keliling kompleks rumahnya untuk menyewakan buku-buku koleksinya. Kegiatan usahanya ini terinspirasi dari pengalamannya melihat seorang bapak-bapak yang melakukan usaha serupa, menyewakan buku dengan bersepeda di sekitar rumahnya. Kegemarannya pada tokoh Tintin menjadi salah satu motivasi utamanya untuk kuliah di jurusan jurnalistik. "Kayaknya asyik lihat kehidupan Tintin, wartawan, penuh petualangan," ujarnya. Meskipun akhirnya dia menyadari bahwa ilmu komunikasi yang didapatnya dari bangku kuliah dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, tidak selalu harus menjadi seorang wartawan.

H.M Sulchan

H.M Sulchan merupakan salah satu pengusaha sukses di Semarang yang mengawali hidupnya sebagai seorang kacung hingga akhirnya berhasil memiliki beberapa usaha yang berkembang dalam skala lokal maupun internasional.
Lahir pada tahun 1910, beliau dilahirkan dengan nama Kasan, dalam keluarga nelayan yang sangat miskin. Masa kecilnya dihabiskan dengan menjadi kuli yang membantu memuat ikan ke dalam bakul sebelum dijual ke pasar. Dengan cara inilah beliau membiayai sekolah di sebuah sekolah dusun.  Di usia 8 tahun, ayahnya meninggal dunia karena wabah penyakit ganas.

Berbagai pekerjaan dilakukannya, sekedar agar periuk nasi tidak terguling. Mulai dari membantu menuai padi, berjualan kacang goreng, menjual tikar hingga menjual air tawar . Kemiskinan yang teramat sangat tidak menjadikan alasan untuk berputus asa, tetapi dijadikan batu ujian dalam menembus semua kesulitan tersebut.

Steve Jobs

Steve Jobs, as a CEO of Apple Computer Inc. now has a tremendous history of his life before that can be a learn. Steve Paul Jobs, his complete name, birth in February 24th, 1955 at Green Bay, Wisconsin from an unnamed father and a mother name Joanne Simpson. After his birth, he was adopted by Paul Jobs and Clara Jobs from California.

In 1972, Jobs finished his senior high school at Homestead High School, California and took his college at Reed College at Portland, Oregon. His first semester was bad because of his unwillingness of the college materials and ended with drop out at the current semester. He went back to California with his best friend, Steve Wozniak in 1974. Steve is a geek of technology things and a long time friend of Jobs. Both got job in a video game manufacturer named Atari as technician. At that time, Wozniak found that there was a small gift in Cap’n Crucnh sereal box that could produce a 2600 Hz supervision tone, frequency used by AT&T for long range telephony line. Jobs saw it as a business opportunity and they made a “blue box”, the box could use for long range telephony activity freely.
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 8